Senin, 18 Juni 2012

Dan Kini Cuma

Semakin hari aku semakin menyadari, bahwa laku diri tak lagi bisa dikendali.
Tidak, tidak ada yang salah dan akan dipersalah, tidak pula menuntut rasa bersalah.

Hanya satu pinta kecil untuk berhenti membuat manja, terus merasa menjadi nona, yang selalu punya kuasa, dengan satu kali kata, hadir dalam pandangan mata.
Hanya satu pinta kecil untuk berhenti membuatku harus mengiba rasa, tanpa peduli pada siapa, terus saja meminta apa, walau tak pernah laku bicara.

Dan kini cuma bisa membernahi atas apa yang telah terlanjur terjadi
Dan kini cuma bisa meratapi atas apa yang melanda hati
Dan kini cuma bisa mengawasi tanpa berusaha tampakkan diri

Dan kini cuma ini yang kubisa


p.s. teruntuk sebentuk hati yang tak bisa kendalikan kemudi

Selasa, 10 April 2012

sebuah ode (darinya)

senyum yang tularkan virus kebahagiaan
tawa yang sebarkan paham keceriaan
kata yang lambangkan ketajaman intelegensi
sosok rapuh nan manja yang munculkan kesediaan jadi penopang
air mata yang panggil jiwa ksatria untuk melindungi

tajamnya mata cerminkan ketegaran
kerasnya sikap menyurutkan langkah yang maju mendekat
diam tanpa ucap solidkan ragu yang semula abstrak


p.s. frasa pertama adalah kamu sebagai objek dan predikat serta kata keterangan yang menyertai merupakan penjelas dari apa yang aku lakukan

Minggu, 08 April 2012

tanyaku pada diri sendiri

apa yang terjadi denganku?
sejak kapan aku yang apatis ini berorientasi pada tokoh non fiktif?
sejak aku menemukan si mata elang

apa yang terjadi denganku?
sejak kapan benih simpati itu tersemai?
sejak aku menyadari keberadaan si mata elang

apa yang terjadi denganku?
sejak kapan kepedulianku tumbuh?
sejak aku merasakan kehadiran si mata elang

apa yang terjadi padaku?

Minggu, 11 Maret 2012

RINQUEST: SCENE #2 GEER ITU INDAH


Lagi. Aku terserang insomnia.
Akan sangat melegakan kalau saat ini aku dikejar tumpukan deadline yang mengharuskanku kerja lembur. Sayangnya, tugas yang ada sudah selesai aku kerjakan dan aku tidak tahu lagi harus melakukan apa untuk membuang waktu ‘luang’ku ini.
Gerimis. Titik-titik air yang menimpa atap bangunan kostku terdengar kian rapat. Gerimis telah berubah menjadi hujan.
Tanpa diminta, otakku memutar lagi kenangan memori silam. Saat awal kedekatan kita. Saat awal diriku menyadari bahwa aku membutuhkanmu.
=.=.=

RINQUETS : SCENE #1 CERMIN SATU ARAH


Aku memandangmu dari kejauhan. Tersenyum, tertawa, bercanda, kesal.. kamu begitu manusiawi. Aku memang ada dihadapanmu, tapi rasanya ada lima ratus juta tahun cahaya jarak memisahkan kita. Kita bersisian namun aku seolah menyaru menjadi udara agar kamu tidak merasakan keberadaanku.
Jangan ditanya bagaimana caraku menjalani ini semua, karena kamu pasti tidak akan bisa memahaminya. Bahkan kalau aku ini waras, akalku pun akan menentangnya.

Minggu, 25 Desember 2011


CERITA DARI SEBUAH MASA CHAPTER #3


Cerita Dari Sisi Sella


Notice (5)
Daf Dafin comments on your stat
Daf Dafin sents something on your wall
Daf Dafin tags you on his photos
Daf Dafin comments on his photo
Daf Dafin coment in his note

Senin, 05 Desember 2011

REKOR (daily)

Kamis, mulai pusing karena masih numpuk banyak editan sekaligus nyusun ke format laporan yang benar. Nita hati nyambi ngeprint, eh malah jadinya ngprint nyambi edit.... T.T endingnya si printer nggak mau nyetak, dan terpaksa lari ke rental jam stengah lima pagi...dengan tumpukan editan format masih satu bab, yang dua poinnya setebel 225 halaman.
*SHOCK*

225 halaman itu baru 2 poin, kalo 1 bab berapa????


deadline jam 8 lewat, mundur jam 4..... tapi jam 2 siang masih berkutat pada susunan daftar isi, daftar tabel, daftar peta, dan daftar gambar yang ada di bab sebelum2nya.....bukan bab yang bermasaha itu...
jam 3 baru mulai berangkat buat nyusun bab 6, dengan keadaan diri yang belum mandi dari kemarin sore, kelaparan, pusing, frustasi, dan ngantuk (semaleman nggak tidur je...)

akhirnya nggak selesai *sudah pasti....

yang lucu, kita kan ngerjain di kontrakan pak koor,, disana dari jam setengah 3 hari kamis,,
waktu itu temen2 kontrakan pak koor lagi pada main (game),, pas kita mulai ngerjain mereka masih main,, sampai mereka mandi sore, shalat maghrib, shalat isya, nyari makan malam, main poker, main game,, kita juga masih ngerjain.... sampai jam 3 pagi, ada yang udah bangun, posisi kita masih ngerjain masing2..... sampai mereka shalat subuh, nyari sarapan, mandi, berangkat kuliah, pulang lagi, jum'atan, sampai siap-siap mudik,, posisi kita masih sama.... semua mata tertuju pada lcd laptop dihadapan masing-masing dengan dahi berkerut dan muka serius.... ~o~'

apa yang ada dalam pikiran mereka ya???

yang kita pikirkan, "seolah-olah waktu berputar dengan cepat di sekeliling kita, tetapi kita masih stag di satu waktu"

Rabu, 30 November 2011


_pernyataan cinta untuk Yurika_ part#1_


            Yurika tidak bisa tidur. Empat jam sudah dia berbaring ditempat tidur. Selimut dan bantalnya tergeletak di lantai, jatuh. Matanya bahkan tidak bisa terpejam barang satu menit. Pikirannya melayang pada kejadian di rumah Emma tadi.
            “Han, siapa orang yang lu suka?” Rendi bertanya.
            Mereka sedang berkumpul di rumah Emma. Malas pulang sesudah shalat tarawih tadi. Yurika terpaksa berada disana karena menunggu jemputan. Mereka bermain permainan Truth or Dare untuk mengisi waktu. Hanya saja yang mereka mainkan bagian Truthnya, tanpa Dare.
            Farhan, the most wanted male at Harapan Bangsa, gelagapan mendapat pertanyaan dari Rendy. Wajahnya memerah. Yurika merasa heran, kenapa dia harus gelagapan padahal jawabannya sudah diketahui umum. Farhan pacaran dengan Emma. Begitu kata Tia.

Selasa, 15 November 2011

dari kemarin sampai pagi ini (daily)

senin pagi, semangat untuk konsul ke dosen... tapi berhubung kekurang siapan saya dan teman-teman, walhasil ini adalah 'kesulitan' teraneh yang pernah saya alami dalam hal perkuliahan.

dimulai dengan penolakan konsultasi oleh para dosen pembimbing,
ketika akhirnya mendapat kesempatan untuk konsultasi, kami malah nyasar,
setelah konsul selesai, giliran tempat pengerjaan tugas yang membuat kami bingung.
begitu sudah dapat tempat dan mulai mengerjakan, listrik padam, kami duga karena ledakan gardu listrik dengan mengasumsikan suara keras yang kami dengar sebagai suara ledakan,
setelah menunggu hingga pukul satu pagi, dan dengan pemaksaan terhadap kapasitas diri untuk menerima perintah kerja, mulailah kerja rodi hingga adzan subuh..
ba'da subuh dengan sedikit terburu-buru kembali ke kost, kami malah terjebak karena kunci gerbang rumah teman kami yang satu itu dibawa pergi sang penjaga rumah...
sampai akhirnya, pukul 06.05 kami bisa pulang, itupun setelah kami memancing dengan 'berpura-pura' akan kembali mengerjakan tugas.

ketika dirasa kerjaan kami sudah cukup lengkap, dan kami membubarkan diri, pukul sembilan lewat, saat saya mandi sebelum bersiap-siap berangkat ke kampus untuk kuliah jam 10.00, saya baru sadar ada satu bagian yang belum kami masukkan kedalam tugas yang kami lembur semalaman.... >.<

untung saja ada yang mau menyelesaikannya, sementara saya masuk kuliah... =='

kata umi, ya udah nggak papa kan bisa buat bahan cerita.... :)

pas kuliah, hohoho, ramai sekali suasana kelas kami ini..... hahahaha.... benar-benar tidak akan pernah lupa.....