Jumat, 24 Agustus 2012
Rabu, 08 Agustus 2012
RIN'S QUEST: SCENE #4 DIA YANG NAMANYA TAK BOLEH DISEBUT
Jadi,
kenapa dia lakukan ini?
Apa
yang dia inginkan dariku?
Aku
lelah dan terlalu lelah
Aku
tidak mau berada dalam posisi seperti ini. Posisi serba salah dan akan selalu
dipersalahkan.
Tolong,
bebaskan aku. Lepaskan aku dari jerat semu yang membelenggu
Hentikan
dia dan sikapnya yang terus mengikatku
Jika
dia bersikap seperti ini, aku dan diriku akan tetap terkurung dalam angan yang
membuai
On June, 30th
=.=.=
Senin, 30 Juli 2012
Rabu, 18 Juli 2012
Cerita Dari Sebuah Masa Chapter #4
Cerita Dari Sisi Sella
17 November
Aku diabaikan. Dan dia menghilang. Enggan atau entah dia memang
benar-benar tidak bisa.
Seminggu yang lalu dia bercerita padaku, ada seorang temannya di kelas
musik yang menyatakann cinta padanya. Dia bertanya, apa yang harus dia lakukan.
Katanya ini bukan kali pertama gadis itu menyatakan rasa sukanya. Dan dia
bingung harus bagaimana.
RINQUEST: SCENE #3 DATANG TAK DIUNDANG
Kamu
datang kepadaku dengan segudang cerita yang selalu kunanti. Ceritamu dengannya.
Dalam
anganku, kureka adegan ceritamu dengannya sebagai adegan ceritaku sendiri. Aku
yang menjadi tokoh utamanya bersamamu, bukan dia. Kamu boleh bilang aku gila,
terserah. Yang pasti aku menjadi gila karenamu. Jadi kalau kamu ingin
menyalahkan seseorang, salahkanlah dirimu yang telah membuatkku gila.
Kamu
tahu, berapa banyak kuhabiskan malam untuk memikirkanmu?
Bukan
maksudku untuk berangan tentangmu, tapi kamu datang tiba-tiba tanpa kuminta,
menyusup masuk dalam rongga sel-sel otakku yang sulit mencerna tentang
mekanisme fluida yang katamu mudah.
Dan
aku akan menyebutmu sebagai penjajah. Karena kamu telah menjajah pikiran dan
hatiku. Memonopolinya hanya untukmu. Bukankah Proklamator kita bilang, bahwa
penjajahan di atas dunia ini harus dihapuskan[1]?
Lalu kenapa kamu masih berkehendak untuk menjajahku – hati dan pikiranku.
Celaka.
Aku sudah jatuh dalam pesonamu.
Aku
ingat, kamu pernah menjanjikan itu padaku, “Awas hati-hati, aku tidak bisa
membendung pesonaku. Jangan salahkan aku kalau kamu jatuh cinta padaku.” Saat
itu kamu mengatakannya dalam nada penuh gurau.
Dan
waktu itu, dengan santai kutanggapi banyolanmu dengan senyuman mengejek, “Apa?
Jatuh cinta padamu? Tenang saja, selama mataku masih normal aku tidak akan
jatuh dalam perangkap pesonamu.”
Jika
menilik kembali pada percakapan kita, kuasumsikan bahwa sekarang mataku sudah
tidak normal. Oh, bukan tapi seluruh tubuhku tidak normal. Karena semua organku
telah terpesona olehmu.
=.=.=
Jumat, 29 Juni 2012
June, 26th 2012
Kelihatan banget maksanya..
1. waktu berangkatnya bener-bener kelihatan nyuri waktu
2. seberapa pun sedikitnya pengikut tetep aja nekat berangkat
3. meskipun diluar tradisi, dimana koordinato piknik abadi (baca: mantan korti yang sekarang jadi ketua himpunan) berhalangan ikut, masih aja nekat
4. ....
5. ....
6. ....
isi sendiri
jadi, inilah manusia-manusia yang paling ketara stessnya itu..
1. waktu berangkatnya bener-bener kelihatan nyuri waktu
2. seberapa pun sedikitnya pengikut tetep aja nekat berangkat
3. meskipun diluar tradisi, dimana koordinato piknik abadi (baca: mantan korti yang sekarang jadi ketua himpunan) berhalangan ikut, masih aja nekat
4. ....
5. ....
6. ....
isi sendiri
jadi, inilah manusia-manusia yang paling ketara stessnya itu..
Senin, 18 Juni 2012
Dan Kini Cuma
Semakin hari aku semakin menyadari, bahwa laku diri tak lagi bisa dikendali.
Tidak, tidak ada yang salah dan akan dipersalah, tidak pula menuntut rasa bersalah.
Hanya satu pinta kecil untuk berhenti membuat manja, terus merasa menjadi nona, yang selalu punya kuasa, dengan satu kali kata, hadir dalam pandangan mata.
Hanya satu pinta kecil untuk berhenti membuatku harus mengiba rasa, tanpa peduli pada siapa, terus saja meminta apa, walau tak pernah laku bicara.
Dan kini cuma bisa membernahi atas apa yang telah terlanjur terjadi
Dan kini cuma bisa meratapi atas apa yang melanda hati
Dan kini cuma bisa mengawasi tanpa berusaha tampakkan diri
Dan kini cuma ini yang kubisa
p.s. teruntuk sebentuk hati yang tak bisa kendalikan kemudi
Tidak, tidak ada yang salah dan akan dipersalah, tidak pula menuntut rasa bersalah.
Hanya satu pinta kecil untuk berhenti membuat manja, terus merasa menjadi nona, yang selalu punya kuasa, dengan satu kali kata, hadir dalam pandangan mata.
Hanya satu pinta kecil untuk berhenti membuatku harus mengiba rasa, tanpa peduli pada siapa, terus saja meminta apa, walau tak pernah laku bicara.
Dan kini cuma bisa membernahi atas apa yang telah terlanjur terjadi
Dan kini cuma bisa meratapi atas apa yang melanda hati
Dan kini cuma bisa mengawasi tanpa berusaha tampakkan diri
Dan kini cuma ini yang kubisa
p.s. teruntuk sebentuk hati yang tak bisa kendalikan kemudi
Selasa, 10 April 2012
sebuah ode (darinya)
senyum yang tularkan virus kebahagiaan
tawa yang sebarkan paham keceriaan
kata yang lambangkan ketajaman intelegensi
sosok rapuh nan manja yang munculkan kesediaan jadi penopang
air mata yang panggil jiwa ksatria untuk melindungi
tajamnya mata cerminkan ketegaran
kerasnya sikap menyurutkan langkah yang maju mendekat
diam tanpa ucap solidkan ragu yang semula abstrak
p.s. frasa pertama adalah kamu sebagai objek dan predikat serta kata keterangan yang menyertai merupakan penjelas dari apa yang aku lakukan
tawa yang sebarkan paham keceriaan
kata yang lambangkan ketajaman intelegensi
sosok rapuh nan manja yang munculkan kesediaan jadi penopang
air mata yang panggil jiwa ksatria untuk melindungi
tajamnya mata cerminkan ketegaran
kerasnya sikap menyurutkan langkah yang maju mendekat
diam tanpa ucap solidkan ragu yang semula abstrak
p.s. frasa pertama adalah kamu sebagai objek dan predikat serta kata keterangan yang menyertai merupakan penjelas dari apa yang aku lakukan
Minggu, 08 April 2012
tanyaku pada diri sendiri
apa yang terjadi denganku?
sejak kapan aku yang apatis ini berorientasi pada tokoh non fiktif?
sejak aku menemukan si mata elang
apa yang terjadi denganku?
sejak kapan benih simpati itu tersemai?
sejak aku menyadari keberadaan si mata elang
apa yang terjadi denganku?
sejak kapan kepedulianku tumbuh?
sejak aku merasakan kehadiran si mata elang
apa yang terjadi padaku?
sejak kapan aku yang apatis ini berorientasi pada tokoh non fiktif?
sejak aku menemukan si mata elang
apa yang terjadi denganku?
sejak kapan benih simpati itu tersemai?
sejak aku menyadari keberadaan si mata elang
apa yang terjadi denganku?
sejak kapan kepedulianku tumbuh?
sejak aku merasakan kehadiran si mata elang
apa yang terjadi padaku?
Langganan:
Postingan (Atom)
